Selasa, 01 Januari 2013
Untuk mu Semilir Angin
Terik mentari menampar tiap jiwa yang haus akan kedamaian
Bumi kini begitu asing bersandar di peraduan
Lelah, lemah, seakan tak berdaya
Terkulai, lunglai memapah jiwa-jiwa nan biadab
Jiwa-jiwa yang hanya peduli pada kekuasaan..
Angin tak lagi menjadi sahabat para penggali samudra
Hujan tak lagi menyapa ramah para pengarung bumi
Dan badai????
Kali ini hanya tertawa renyuh melihat para pemuja selainNya..
Dunia suram, meski mentari masih berada di singgasananya
Malam tak lagi setemaram ketika kunang-kunang masih mau mengepakkan sayap
Gelap malam kian mencekam meski udara bertabur cahaya..
Murka menggema
Untuk mereka para pengkhianat bumi
Mereka yang memuja bumi
Mereka yang meluluh lantahkan bumi
Dan mereka yang akan ditelan bumi..
Dulu, kini, dan nanti,,
Entah apa yang akan terjadi pada bumi
Sebesar apa pun rasa marah alam
Sebesar apa pun peringatan atas rasa sakitnya
Toh, manusia tetap pada inginnya
Kuasai bumi
Tanpa peduli, tanpa mengerti
Dengan dalih demi anak cucu nanti
Gali sana gali sini
Bakar sana bakar sini
Tebang sana tebang sini
Ada pengganti????
Seringkali TIDAK,.
Hanya secuil dari jutaan manusia yang mau peduli
Jika terus begini,
Lalu bumi seperti apa yang akan dihadiahkan pada anak cucu kita nanti????
Kamis, 12 Januari 2012
Satu Pengalaman saja Tidak Cukup
Pengalaman berlanjut saat pertama kali saya ngekos di daerah Banjarmasin, tepatnya di Batu Benawa. Bermodalkan kepercayaan pada kakak yg sudah berpengalaman bolak-balik Bejeem, berangkatlah kami berdua dari rumah naik angkot. Pesannya orang tua, “nanti tinggal naek angkot jurusan Banjar Raya atau Teluk Dalam, nanti berhenti aja di tower aer”. Okeh,, sang kakak mengerti, dan sang adik (*red: saya) hanya manggut-manggut tanda kebingungan. (*lha wong saya baru pertama kali nginjekin kaki di Bejeem tanpa bimbingan ortu jee,, mana tau saya sama jalan). Dan akhirnya kami naek angkot jurusan Banjar Raya sesuai pesan orang tua. Selama di perjalanan, si kaka bilang “mana yaa towernya??? Saya lupa eee, tp kayanya belum ada deehh”. Hooooooooouuww,, piyee iki???? (*teriak saya dalem ati). Ternyata eh ternyata, emang kelewat, tower segede bagong entu kaga keliatan sama sekalee sodara-sodara. Dan kami terus mengikuti kemana pun sang sopir membawa angkotnya, sampai sang sopir kebingungan liat kami berdua yang kaga turun-turun. Setelah berdiskusi dengan sang sopir, akhirnya kami harus naek angkot jurusan laen, untungnya perjalanan kedua ini sampai di tempat tujuan,, heeooooggghhtttt,,, (*menghela nafas panjang)
Pernah juga tersesat sama teman (kali ini bersama Ana), waktu mau ke rumah guru SMA buat ngerayain ulang tahun beliau. Ceritanya sih simpel, karena Ana lupa dimana dia harus belok buat ngambil makanan yang udah kami pesen. Alhasil, muter lg deh,, tp akhirnya ketemu,, alhamdulillah cuman kelewatan beberapa meter doang.
Tersesat di Dufan juga pernah. (*Dufan sodaaraaa-sodaraa.. Dufaann...). Ceritanya kita satu rombongan naek bis tuu jalan-jalan ke dufan. Awalnya, seruu, nyoba ini itu, seneng-seneng. Sampai pada akhirnya lagu “Runaway”nya Linkin Park berbunyi, tanda ada panggilan masuk. “eh, cepetan balik ke bis, kita udah pada mau pulang” kata temen saya waktu itu. Dengan segera saya ngasih pengumuman ke temen-temen yang ada di situ, tapi kaga ada yang peduli. Padahal, niatnya mau pulang lebih awal dari temen-temen yang lagi pada asik maen. Tapi takdir berkata lain. Bersama Lae dan Eka, kami bertiga menyusuri jalan yang mulai rame sama pengunjung dengan muka linglung. Hebatnya, bukan hanya kami bertiga, tapi jadi berlima. Entah bagaimana keadaan bis waktu itu, yang kami tahu hanya rasa bingung dan kalut karena masih saja tidak menemukan jalan keluar dan masing-masing dari kami ditelpon supaya cepet balik ke bis. Mencak-mencak lah itu si ketua rombongan, ples dosen yg dampingin saat itu. Ya wajarlah,, wong mau pulang ke bandara dan itu udah telat banget,, ketinggalan pesawat kan bisa berabe. Tapi, apa mau dikata, tersesat tetaplah tersesat dan jalan pulang belum juga ditemukan. Dari 5 kepala yg ikut berpetualang (*kaya petualangan Sherina aja), ga ada satu orang pun yang ingat jalan pulang. Walaupun udah nanya tukang sapu, bahkan om satpam, tetep aja ga nemu jalan pulang. So, salah siapa yaa????
Nyasar dosen juga pernah (maksudnya salah dosen),, wkwkkwkwk Kejadian paling memalukan di seluruh jagat raya, ga tau tu otak kerjanya pada ga beres saat itu atau mungkin ada bidadara lewat kali yaa. Entah karena ga denger, ga nangkep atau apa, yang jelas saat itu saya salah dosen,, huwaaaa,,, berjanji dalem hati ga bakal salah lagi, tapi apa daya, baru-baru ini kejadian itu terulang, dan taraaaaaaaaaa,,,, saya salah ruangan lagi,, bffuuuuuhhh,, (*ada yang ga beres dengan otak saya, heddeeehh).
Saat pertama kali berpetualang bersama Tata, wkwkkwkwk,, keliling Jogja cuman buat nyari jalan pulang dari Malioboro dengan tujuan Kaliurang, K.A.L.I.U.R.A.N.G.. sekali lagi KALIURANG.. bffuuuuuuuhh,, Dengan modal “tahu jalan” tujuan ke Malioboro dan pulang lewat jalan yang kiri kanannya jualan bunga (*menurut Tata, dan ternyata ituu pinggiran Kali Code), dan lagi, lagi-lagi saya tersesat,, padahal sebelum ke Malioboro pun udah tersesat, saat menuju rumah Sari di jalan Magelang buat ngambil sesuatu, estegeee,, kalo terus, mungkin bisa sampai Borobudur kalii,, hmmmm,,
Pengalaman dilanjutkan saat nemenin si Fitri ke Malioboro, waktu berangkatnya siiihh muluuussss.. tapi (*benar-benar ga belajar dari pengalaman) yang harusnya pulang cuman ditempuh dalam waktu mungkin hanya 10 menit, waktu itu jadi 1 jam. Alhasil pulanglah dengan jalan yang berliku alias nyasarrrr,, wkwkwkwk Panik lah itu si Fitri, dengan kebiasaannya yang ga bisa nutup mulut kalo lagi panik, saya ajak muter-muter deh,, alias ga tau jalan pulang dan lupa ama jalan yang udah dilewati,, wkwkkwkw Sayangnya, hanya 1 jam petualangan itu berlangsung,, hmmm :D
Dan masih bejibun pengalaman nyasar itu,, heooogghhtt,, sungguh menakjubkan pengalaman saya,, Tenaaangg, kita bukan keledai qoo, jadi tdk mengapa jika kita jatuh ke lubang yang sama. Mungkin hari ini didorong orang lain, tapi besok bisa saja kita terpeleset.. (*kayanya kepala keseringan kepentuk.. wkwkkwk). Pengalaman berikutnya bersama siapa dan di mana lg yaaa???? :D
Kamis, 09 Juni 2011
Sepotong Semangka Part 1
#Hidup ituu seperti jalan raya, ada kalanya macet, tapi ada kalanya terasa begitu lengang. Saat lengang itu lah kesempatan kita untuk balik arah/putar haluan, atau menyeberang jalan.
#Banyak rambu dan peraturan di jalan raya karena jalan tidak hanya untuk kita, masih banyak pengguna jalan raya yang lain.
#Untuk mencapai tujuan, masing-masing dari kita memiliki kendaraan yang berbeda. Ada mobil, sepeda motor, angkot, becak, sepeda, bus, kereta api, dan lain-lain. Itu semua tergantung kemampuan kita.
#Untuk selamat sampai di tujuan, kita harus menghormati dan menghargai pengguna jalan yang lain.
#Isi kembali bahan bakar mu sebelum semua habis, karena hidup harus terus berjalan.
#Becak sebaiknya beroperasi di jalan khusus becak, gunakan cara atau jalan yang sesuai dengan kemampuan mu.
#Diserempet orang tidak membuat kita untuk membalas menabraknya, justru berhati-hatilah agar orang lain tidak mengalami hal yang sama dengan kita.
#Jadilah polisi lalu lintas hidup yang baik agar kamu dapat mengatus jalan hidup mu dengan lebih bijak.
#Sahabat itu seperti plang penunjuk arah di jalanan yang akan membantu mu menemukan jalan terbaik saat kau tersesat,, *terbersit saat tersesat,, wkwkwk
#Kemarahan atau kebencian bisa mereda saat Anda memercikan sedikit saja kepedulian di hati Anda.
#Hasil tidak lagi menjadi hal yang terpenting saat kesempatan untuk mencoba terhalang dengan segala keterbatasan. Hal yang terpenting saat itu adalah kesempatan untuk mencoba. Beruntunglah Anda yang memiliki kesempatan tersebut,, *marii resapi kalimat ini saat Anda merasakan kegagalan,, ;D
#Kadang hidup seperti daun kering yang jatuh ke bumi, entah akan ke mana daun tersebut menjatuhkan diri, semua itu tergantung pada angin yang berhembus saat itu.
#Saat kita mengetahui waktu perpisahan semakin dekat, saat itu lah semua kembali terasa asing, sama seperti saat semua itu datang untuk pertama kalinya di hidup kita. Tanpa disadari atau tidak, pikiran kita akan mengulangi untuk mulai mengenalinya lagi, dan kadang pikiran kita justru berusaha untuk berhenti mengenalnya. *lebih baik tidak mengenalnya agar mudah untuk melepaskannya,, mungkin seperti itu yg ada di pikiran kita.
#Tenang, kita bukan keledai. Jadi, wajar saja jika kita terjatuh ke lubang yang sama. Kita bisa mendapat banyak pelajaran dari sana. *tp ga sering2 jg kaleee,, kalo keseringan ituu namany IQ tertancap di dasar bumi,, wkwkwkwkwk
#Rumput tetangga tidak selalu lebih hijau dari rumput kita sendiri, hanya saja sungguh sangat disayangkan jika kita menginjak rumput kita yang jauh lebih hijau dan indah.
#Ketika mengusir dan memaki orang yang disayangi menjadi cara terakhir untuk melindunginya.
#Malam memang kelam dan gelap, tapi kita bisa menjadi cahaya yang menerangi pekatnya malam,,
Jumat, 10 Desember 2010
Minyak dan Air,, satukan saja dengan Emulgator
Sahabat bukan orang yang selalu membenarkan ucapan kita,
Karena tak selamanya ucapan kita benar, kadang ucapan kita tak terkontrol, mana tau itu benar, salah, nyakiti org, bahkan bias membuat orang pengen mbunuh.,..
Bukan orang yang selalu mendukung setiap keputusan kita,
Kadang keputusan kita hanya kita lihat dari sudut pandang diri kita sendiri, sedangkan sudut pandang org lain sering kita abaikan,.,.
Bukan orang yang selalu tersenyum untuk kita,,,,
Yup, mereka tidak akan tersenyum jika kita melakukan kesalahan atau sedang berduka akan sesuatu,,.,.
Bukan juga orang yang selalu ada bersama kita
Kita ada untuk mereka, bukannya mereka ada untuk kita.,.,..
Bukan orang yang selalu satu pemikiran dengan kita
Bahaya kalo sahabat kita selalu satu pemikiran, kita salah, mana ada yang akan mengingatkan kita?????????
Bukan orang yang selalu mempunyai sifat, sikap, hobby, dan kegiatan yang sama dengan kita
Sifat, sikap, dan hobby yang sama kadang memang menyenangkan, tapi dari perbedaan kita bisa saling mengenal satu sama lain, saling berbagi cerita, berbagi pengalaman.,..hidup lebih berwarna,.,.,lebih berwarna dari pelangi,.,.,.
Minyak ma air masih bisa disatukan pake emulgator qoo.,.,.
Sama kaya kita-kita semua, sama, mirip, beda, sampai sangat beda kaya minyak ma air, masih bisa disatukan pake emulgator (baca: persahabatan)
Persahabatan adalah emulgator yang paling efektif sejagad rayah inih.,.,.,,, Oh yeE!!!!
Bukan orang yang selalu mengawasi kita
Masing-masing manusia udah ada pengawasnya, kiri ma kanan, ingat-ingat tuw,.,., ^_^
Bukan yang selalu meluangkan waktunya untuk kita
Mereka juga hidup kaleeeee.,.,,.bergerak, punya kegiatan, jalan ke sana kemari, mereka harus terus maju untuk hidupnya…,.,.,
Bukan orang yang selalu bersedia mendengarkan setiap kata-kata kita
Kada katuhukan mun mandangar akan tarus.,.,.,pandiran urang tuha haja kada di dangar akan,.,.hoooeeee……(kalimat apa neh?????? Ming_ming bangetz.,., ^_^)
Bukan orang yang selalu mengatakan IYA pada kita
Karena jika mereka diajak è_é bareng, pasti mereka bilang TIDAK dengan tegas.,.,Ahahahahahaha
Sahabat itu,.,.,.
Bukan tonggak kita
Bukan pelindung kita
Bukan penghibur kita
Bukan penerang kita
Bukan selimut kita
Bukan payung kita
Bukan sapu tangan kita
Bukan petunjuk jalan bagi kita
Dan sahabat tidak harus selalu ada bersama kita,.,.,
Yg aku tahu.,.,.
SAHABAT dan KITA adalah
Tonggak, pelindung, penghibur, penerang, selimut, payung, sapu tangan, dan petunjuk jalan bagi PERSAHABATAN kita……
SAHABAT dan KITA akan selalu ada untuk PERSAHABATAN kita.
Hanya itu yg aku tahu,..,.,.
Apa semua itu salah??????????
Pasti ada benarnya,.,.karena aku tahu, sesuatu itu tidak mutlak salah atau benar,..,tergantung dari mana kita lihat, amati, resapi, telaah, dan kita rasakan.,.,.,
dan cara ku memandang ya dari sini.,.,
dari sudut yang tak terjamah oleh sapa pun,..
Hoaauuuuuwww,,,,,,,,,,keren juga kata2 aquu ini yaa,,
Indah kalimatnya se”Indah” orangnya.,.,.hahahahahahaha.,.
Ayuks.,.,.kita tengok sahabat-sahabat yang masih ada bersama kita sampai saat ini dan sahabat yang baru kita temukan
dan jangan lupa pula sahabat-sahabat yang dah lama kita tinggalkan,.,,.
Sahabat-sahabat yang pernah kita sakiti,.,.
Ungkapkan rasa sayang dan betapa bahagianya kita memiliki sahabat seperti mereka.,.,.
Hidup kita tak akan seperti ini jika tak ada mereka,.,.,.,.
Ingat!!!! If tomorrow never comes. How they know how much we love them?????????hmmm….
Kamu sangat berarti,.,
Istimewa di hati,.,
Slamanya rasa ini.,.,
Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing,.,
Ingatlah hari ini.,.,.,
Mari Belajar dari Sifat Air
Air merupakan sumber kehidupan, smga qt bs jd 'sumber khidupan' bg org lain,,
Bentuk air slalu mengikuti tempatny, smg qt slalu dpt menyesuaikan diri dmana pun qt brada,,
Air mengalir dr tmpat tinggi ke tmpt yg lbh rendah, saat qt brada dtmpat yg tinggi mari berbagi dgn sesama,,
Air menekan ke sgala arah, bpengaruh pd org lain, bknny memberikan tekanan, dan tntuny pengaruh yg baik,,
Air bsifat polar yg dpt melarutkan smua senyawa, smg qt bs menjadi org yg dpt mengajak, atau bsa dibilang org akn senang berbaur dgn qt,,
Mari menjadi air yg dpt memadamkan api (red: emosi),,
Mari menjadi air yg dpt melubangi batu yg keras skalipun (red: keras kpala),,
Mari menjadi air yg dpt mencairkan es batu yg dingin (red: tdk pduli),,
Mari menjadi air yg dpt menghilangkan dahaga, memberikan kbahagiaan,,
Mari menjadi air yg memberikan kesejukan pd siapa pun,,
Mari menjadi air yg dpt mengalirkan benda2, mengarahkan kmana benda it akn pergi, bkn yg diarahkan,,
Air tdk dpt dipatahkan ato dbelah, cair, tp lbh kokoh dr baja, tak bsa rapuh,,
Air ituu puny siklus, gak pnh mati, slalu ada meski wujudny brubah,,
Tp, hati-hati,,
Jk qt tdk dpt mengontrol diri, qt bsa menjadi air bah,, melenyapkan sgla yg ad dpermukaan bumi,,
Bhati-hatilah pd lingkungan, krn air jg mudah terkontaminasi, bkanny menjadi sumber kehidupan, tp akan merusak smua lingkungan di skitarny,,
Jd, sobat,,
Pilihan ad di tangan qt masing-masing,, mao jd air bersih ato air yg kotor,, smua ituu tserah pd Anda,,
Smoga bsa bermanfaat,, ^_^
Sabtu, 27 Juni 2009
Kaya sih.,.,.,,,,tapiiiiiiiii,.,.,
Ad ap dSana??????????? Simak skilas info brikut ini,.,.....
Hap!!!! ptama kita jelajahi kawasan Pesisir Pantai Pegatan Besar
Kawasan ini terletak pada ordinat 3o47’54.26”S-3o49’03.16”S dan 114o36’20.33”E dan 114o36’14.22”E. Air laut di sepanjang pesisir pantai Pegatan Besar berwarna cokelat keruh, hal ini karena daerah tersebut merupakan muara dari sungai Barito, di mana di daerah hulu sungai tersebut banyak terdapat pabrik-pabrik dan pertambangan. Limbah-limbah serta lumpur dari daerah hulu terbawa ke laut dan terbawa ke tepi pantai. Di sepanjang pantai banyak ditemukan gumpalan lumpur yang terbawa oleh air laut yang selanjutnya menggumpal sehingga berbentuk seperti batu.
Pesisir pantai ini telah mengalami kerusakan akibat abrasi gelombang laut. Dari pengukuran pH dan kelembapan tanah yang dilakukan, diperoleh bahwa tanah daerah pesisir pantai memiliki pH asam yaitu, 6,8, 5,2, dan 5,6, sedangkan kelembapan tanah atau pasir sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki kelembapan atau kandungan air yang tinggi. Sedangkan pada pengukuran pH air di daerah rawa Pegatan Besar diperoleh data nilai pH dari air tanah sebesar 6, air dangkal sebesar 8, dan air dalam sebesar 9.
Di sepanjang pantai sangat jarang ditemukan tumbuhan bakau maupun api-api, sehingga abrasi yang disebabkan oleh gelombang laut sangat merusak daerah pesisir pantai. Menurut masyarakat setempat, pembudidayaan tumbuhan api-api telah dilakukan, namun karena gelombang yang cukup besar, tumbuhan api-api yang mereka tanam terbawa oleh gelombang. Tumbuhan api-api biasanya terdapat pada daerah rawa-rawa mangrove, tepi pantai yang berlumpur, atau di sepanjang tepian sungai pasang surut. Beberapa jenisnya, seperti A. marina, memperlihatkan toleransi yang tinggi terhadap kisaran salinitas dan mampu tumbuh di rawa air tawar hingga di substrat yang berkadar garam sangat tinggi. Akar nafas api-api yang padat, rapat dan banyak sangat efektif untuk menangkap dan menahan lumpur serta sampah yang terhanyut di perairan. Di daerah lumpur ini, biasanya menjadi habitat bagi fauna air seperti kepiting dan timpakul. Timpakul yang terdapat di pesisir pantai ini mamiliki jumlah yang sangat besar, namun masyarakat belum dapat memanfaatkannya. Dalam dunia kesehatan, timpakul dapat bermanfaat sebagai obat asma.
Sedangkan untuk tanaman bakau, sangat sulit tumbuh di daerah ini karena komposisi pesisir pantai dominan terdiri atas pasir. Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik, baik di teluk-teluk yang terlindung dari ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawa dari daerah hulu.
Usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi abrasi pantai ini antara lain pembudidayaan tumbuhan api-api yang dapat menahan gelombang laut, pembuatan siring untuk memecah gelombang yang datang sehingga gelombang yang datang ke pantai tidak terlalu besar. Selain itu, dapat pula dilakukan dengan pembudidayaan terumbu karang, serta mengurangi kegiatan di bagian hulu sungai untuk mengurangi sedimen-sedimen yang akan menyebabkan polusi air laut. Dalam pembudidayaan tumbuhan api-api, diperlukaan waktu yang cukup lama, sehingga untuk penanggulangan awal adalah pembuatan siring. Dari pembuatan siring ini, gelombang yang datang ke pesisir pantai tidak terlalu besar, sehingga dalam pembudidayaan tumbuhan api-api pun akan lebih mudah, di mana kendala berupa gelombang yang dapat membawa tumbuha api-api ini dapat diatasi. Namun, semua usaha tersebut memiliki banyak kendala. Kendala utama dari penanggulangan ini adalah dana yang sangat besar, baik untuk pembuatan siring maupun pengembangan tumbuhan api-api. Selain itu, kepedulian dan pemahaman masyarakat setempat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha penanggulangan tersebut, karena pemeliharaan daerah tersebut terutama dilakukan oleh masyarakat setempat.
Selain itu, pendidikan masyarakat yang cukup rendah, di mana di daerah ini hannya terdapat sekolah dasar dan taman kanak-kanak saja. Untuk mendapatkan tingkat pendidikan selanjutnya, masyarakat harus menempuh jarak yang cukup jauh. Mata pencaharian masyarakat daerah ini pada umumnya adalah sebagai nelayan dan petani. Masyarakat banyak menggunakan air sumur gali yang payau sebagai air mandi, cuci dan kakus. Masyarakat di daerah ini biasanya membeli air dari daerah yang lebih tinggi untuk air minum. Namun, ada juga masyarakat yang kurang mampu menggunakan air sumur mereka untuk minum. Dari penggunaan air sumur ini dapat memicu penyaki kulit. Kesulitan dalam memperoleh air bersih ini, dapat ditanggulangi dengan cara menjalin kerjasama antara penduduk setempat, pemerintahan dan PDAM dalam pembuatan tangki-tangki dan penyaluran air bersih di daerah ini. Semoga aja bisa terlaksana.,.,.,Amien,,.,.
Menurut masyarakat setempat, di daerah tersebut sangat jarang diadakaannya penyuluhan, baik mengenai abrasi pantai maupun kesehatan. Pada penyuluhan kesehatan yang pernah dilakukan, masyarakat mendapatkan obat gratis, seperti antibiotik, analgetik dan antipiretik. Walaupun menurut pengakuan seorang masyarakat bahwa beliau mengetahui bagaiman cara penggunaan obat-obat tersebut. Namun, belum tentu cara penggunaan obat-obat tersebut tepat, baik dosis, cara penggunaan, indikasi maupun pasien. Misalnya dalam penggunaan antibiotik, seandainya terjadi alergi terhadap antibiotik tersebut masyarakat belum tentu akan mengetahuinya. Oleh karena itu, perlu diadakannya suatu monitoring dalam penggunaan obat-obat tersebut sehingga diperoleh hasil yang lebih efektif. Tenaga kesehatan di daerah ini juga sangat kurang.
Selain itu, masyarakat setempat kurang mengoptimalkan penggunaan tanaman obat karena masyarakat lebih percaya pada pengobatan modern. Padahal dari observasi yang dilakukan cukup banyak tanaman obat di daerah tersebut. Tanaman obat tersebut antara lain temulawak, lempuyang, permot, nipon, kiambang, bandotan, jambu biji, pegagan, mengkudu, sukun, kelapa, api-api, karamunting dan lain-lain.
Tanaman yang banyak dimanfaatkan masyarakat daerah ini adalah temulawak, sebagai anti-inflamasi (anti-radang), anti-biotik, meningkatkan produksi dan sekresi empedu, segarkan badan. Sejak dulu tumbuhan ini digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung dan pegal-pegal, serta lempuyang yang berkhasiat sebagai analgetik dan stimulan. Biasanya masyarakat memanfaatkannya dengan merebus rimpang tanaman tersebut dan meminum air rebusan sebagai obat pegal-pegal.
Sedangkan tanaman yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat diantaranya permot yang bermanfaat sebagai obat antidiabetes, mengkudu sebagai antidiabetes dan asam urat, sukun sebagai antidiabetes, jambu biji sebagai antidiare, antiinflamasi; hemostatik; dan astringen, karamunting sebagai antidiabetes dan antidiare. Selain itu, terdapat tanaman api-api (A. Marina) sebagai antifertilitas, dan pegagan (Centella Asiatica L.), sebagai antipiretik, re-vitalisasi tubuh dan pembuluh darah, memperkuat struktur jaringan tubuh, radang hati disertai kuning, serta bersifat menyejukkan/mendinginkan, menambah tenaga dan menimbulkan selera makan. Sedangkan nipon berkhasiat sebagai analgetik dan kiambang yang berkhasiat sebagai analgetik, dan antipiretik.
Selanjutnya,.,.perjalanan diLanjutin ke,..........................................
Kawasan tangkapan air di Damit,.................Ohh Yee!!!!!!!!
Damit merupakan sebuah desa yang terletak di dataran tinggi di rangkaian pegunungan Meratus, Pelaihari, yang banyak ditumbuhi ilalang dan tumbuhan perdu. Daerah ini merupakan salah satu daerah tangkapan air yang sangat penting dalam penyediaan air bagi masyarakat sekitar, maupun irigasi persawahan. Bendungan tersebut terletak pada 3o54’28.38”S dan 114o53’47.78”E. Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, keadaan perairan di daerah ini semakin memburuk, di mana air di daerah bendungan ini air menjadi lebih keruh daripada keadaannya dulu. Selain itu, irigasi tersebut kurang terkelola dengan baik. Hal ini dapat terlihat dari sering rusaknya tanggul air tersebut. Selain itu, jika pasokan air meningkat, daerah tersebut bisa mengalami banjir dan sebaliknya, jika pasokan air menurun daerah sekitar akan kekeringan. Namun, dengan adanya irigasi ini, masyarakat sudah merasa sangat tertolong akan adanya penyediaan air untuk keperluan mereka dan irigasi persawahan. Di daerah ini masih sangat perlu dilakukan peninjauan ulang dan pengaturan irigasi yang lebih baik untuk kelangsungan hidup masyarakat dan kelestarian alam daerah tersebut.
Perkampungan penduduk berada kurang lebih 2 km dari kawasan bendungan. Menurut penduduk setempat, kesehatan masyarakat cukup baik karena tersedianya puskesmas dan pelayanannya yang baik. Selain itu, juga ada puskesmas keliling yang sering memantau kesehatan daerah ini. Penyakit yang sering diderita masyarakat pun hanya penyakit-penyakit ringan, seperti sakit kepala, dan pegal-pegal. Oleh karena itu, pengobatan yang diperlukan adalah obat-obat ringan seperti analgetik, selain itu beberapa penduduk setempat juga menggunakan tanaman obat yang sudah tersedia di pasaran sehingga siap unutk digunakan. Padahal sebenarnya, di daerah ini banyak tanaman obat yang belum dimanfaatkan, seperti karamunting yang bermanfaat sebagai antidiabetes dan antidiare, putri malu sebagai anti piretik, kangkung sebagai penambah darah, lengkinis (Lycopodium cernuum L) yang berkhasiat sebagai penyegar, peluruh seni dan peenurun tekanan darah. Selain itu, ada tumbuhan nipon yang dapat berkhasiat sebagai analgetik yang sangat diperlukan oleh masyarakat.
Rabu, 18 Maret 2009
setUsuksaTe ?????
Mungkin blog ini punya nama yang cukup aneh,,, Kenapa harus "Setusuk Sate Sejuta Rasa"???
Pertama, karena saya suka sate,..,. Oh yeee!!!! ummmm,.,..,membayangkannya aja udah ngiler, apa lagi kalau benda itu ada di depan mata. Ga kebayang betapa lezatnya makanan satu ini. Duuh...jadi netes beneran neeh, mana ga ada tisu, hee
Sebenarnya pengen banget neh nyiptain setusuk sate yang makin digigit, makin dikunyah, bakalan makin terasa lezatnya, trus tiap gigitan punya sensasi rasa yang bebreda-beda. Misalnya ada rasa buah-buahan kaya jeruk, strawberi, anggur, ataupun semangka. Atau aneka rasa makanan seperti rasa jagung bakar, asam manis, keju panggang, ayam bawang, soto ayam, kari ayam....beuuh mantap pan???!!!
Truss, jika diibaratkan setusuk sate itu adalah diri kita sendiri, di mana tiap orang merasakan bermacam-macam rasa dari setusuk sate itu. Ada yang suka, ada yang ngerasa keasinan, kemanisan, eneg, pahit, de el el dah pokoknya…Sama halnya dengan kita, orang yang selama ini berinteraksi dengan kita pasti merasakan sesuatu yang berbeda dari sikap kita. Yup!! Setusuk Sate Sejuta Rasa.
Selanjutnya, dari pengamatan yang udah dilakukan, walaupun cuman 2 mpe 3 orang aja. Hee.. Cara orang makan sate tuw seringkali ngeliatin tusukan mana yang paling gede dagingnya, pokonya yang paling sedep di pandang mata dan mampu menguras enzim pencernaan keluar.
RAWAKU SAYANG RAWAKU MALANG
Saat pertama kali memandang daerah ini, dengan koordinat 3º 37' 22.8" LS dan 114º 42' 09.2" BT, yang ada di benak saya saat itu adalah “ Wow…ternyata bukan hanya ada sawah buat nanam padi, tapi ada juga lapangan eceng gondok”. Yup, seperti lapangan sepak bola yang hijau karena rumputnya, Desa Tungkaran,Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar ini hijau karena eceng gondoknya yang tumbuh dengan subur. Mungkin jika diibaratkan seorang balita yang dilempar ke tengah rawa ini, bukannya tenggelam, balita ini mungkin akan tersangkut di atas tumpukan eceng tersebut, bahkan mungkin bisa berlari-lari.
Jadi ingat pelajaran SMA nih, di mana pada suatu perairan yang tertutup oleh gulma akan menyebabkan terhambatnya cahaya matahari masuk ke dasar air. So, proses fotosintesis yang dilakukan oleh fitoplankton atau tumbuhan air lainnya akan terganggu. Akibatnya, oksigen yang diperlukan untuk makhluk di dalam air, khususnya ikan untuk bernafas akan berkurang. Naah…kebayangkan kalau para ikan kekurangan oksigen. Bakalan megap-megap tu ikan…hee
Tapi, untungnya tidak demikian. Masih ada daerah yang tidak tertutup oleh gulma-gulma tadi, sehingga kehidupan bawah air masih bisa terselamatkan. Buktinya, banyak masyarakat yang memanfaatkan daerah tersebut untuk berburu ikan, maksudnya memancing ikan. Dengan kata lain, di daerah rawa tersebut masih banyak ikan. Yee!!!

Mungkin karena daerah tersebut masih memberikan manfaat berupa ikan tadi, ada saja masyarakat yang mau membersihkan daerah tersebut dengan menebang eceng gondok-eceng gondok yang ada di sana, walaupun hanya bagian tepi saja. Namun, eceng gondok yang di tebang tadi justru membusuk dan mengotori perairan daerah ini. Air rawa menjadi terlihat hitam dan berbau busuk. Selain itu, masyarakat juga membuang sampah-sampah rumah tangga yang juga mengotori daerah tersebut. Tidak cukup dengan membuang sampah di sana, masyarakat di sana juga mendirikan bangunan tempat membuang hajat atau biasa disebut dengan ”jamban” di pinggiran rawa. Beuuh...Pantesan airnya bau...hee

Jalan utama daerah ini sangat rendah dan jika musim hujan tiba, seringkali terjadi banjir. Hal ini sangat tidak sesuai dengan perairan daerah ini yang bersifat mengalir. Tau kenapa??? Yup. Ini terjadi karena padatnya populasi eceng gondok yang menyebabkan aliran air di daerah ini terhambat. Akhirnya kalau musim hujan datang, air yang turun dari langit sangat sulit untuk dialirkan dan terjadilah banjir.
Yaah...banyak terjadi alih fungsi di rawa ini, selain rawa ini ditumbuhi berbagai gulma yang dapat mengganggu kelestarian lingkungan di daerah ini, masyarakat di sekitar daerah ini menjadikannya sebagai lahan untuk membuang sampah-sampah mereka. Tapi ada pula manfaat lain selain tempat memancing tadi, tepian dari rawa digunakan oleh masyarakat sekitar untuk menanam bibit padi.

Selain eceng gondok, di sana juga ada tumbuhan liar lainnya seperti paku air atau kayu apu, kangkung, kelakai, rumput-rumput liar, teratai, dan tanaman jenis perdu lainnya. Pohon besar yang tumbuh di daerah ini tidak banyak, hanya beberapa tumbuhan jenis akasia, galam dan pisang yang sengaja ditanam masyarakat setempat. Dalam bidang farmasi, kangkung memiliki khasiat sebagai penenang (sedatif) dan mampu membawa zat berkhasiat ke saluran pencernaan. Oleh karena itu, tanaman ini dapat berkhasiat untuk menetralkan racun di tubuh. Eceng gondok dapat mengikat unsur logam dalam air, oleh karena itu tumbuhan ini dapat hidup subur di daerah perairan yang kotor daripada perairan yang bersih. Selain itu, tumbuhan ini dapat digunakan sebagai pakan ternak dan kerajinan tangan yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan. Tumbuhan yang biasa disebut kayu apu atau kiambang terdapat dua jenis, yaitu (Pistia stratiotes) memiliki khasiat sebagal obat batuk rejan, demam dan diuretik, serta Salvinia natans (L) yang berkhasiat sebagai obat demam, obat eksim dan nyeri kepala. Sedangkan tumbuhan kelakai dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiare. Masyarakat daerah ini belum dapat memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan tersebut secara maksimal. Hal ini mungkin dikarenakan masyarakat banyak yang belum mengetahui hal tersebut.

