Jumat, 10 Desember 2010

Minyak dan Air,, satukan saja dengan Emulgator



Sahabat bukan orang yang selalu membenarkan ucapan kita,
Karena tak selamanya ucapan kita benar, kadang ucapan kita tak terkontrol, mana tau itu benar, salah, nyakiti org, bahkan bias membuat orang pengen mbunuh.,..

Bukan orang yang selalu mendukung setiap keputusan kita,
Kadang keputusan kita hanya kita lihat dari sudut pandang diri kita sendiri, sedangkan sudut pandang org lain sering kita abaikan,.,.

Bukan orang yang selalu tersenyum untuk kita,,,,
Yup, mereka tidak akan tersenyum jika kita melakukan kesalahan atau sedang berduka akan sesuatu,,.,.

Bukan juga orang yang selalu ada bersama kita
Kita ada untuk mereka, bukannya mereka ada untuk kita.,.,..

Bukan orang yang selalu satu pemikiran dengan kita
Bahaya kalo sahabat kita selalu satu pemikiran, kita salah, mana ada yang akan mengingatkan kita?????????

Bukan orang yang selalu mempunyai sifat, sikap, hobby, dan kegiatan yang sama dengan kita
Sifat, sikap, dan hobby yang sama kadang memang menyenangkan, tapi dari perbedaan kita bisa saling mengenal satu sama lain, saling berbagi cerita, berbagi pengalaman.,..hidup lebih berwarna,.,.,lebih berwarna dari pelangi,.,.,.
Minyak ma air masih bisa disatukan pake emulgator qoo.,.,.
Sama kaya kita-kita semua, sama, mirip, beda, sampai sangat beda kaya minyak ma air, masih bisa disatukan pake emulgator (baca: persahabatan)
Persahabatan adalah emulgator yang paling efektif sejagad rayah inih.,.,.,,, Oh yeE!!!!

Bukan orang yang selalu mengawasi kita
Masing-masing manusia udah ada pengawasnya, kiri ma kanan, ingat-ingat tuw,.,., ^_^

Bukan yang selalu meluangkan waktunya untuk kita
Mereka juga hidup kaleeeee.,.,,.bergerak, punya kegiatan, jalan ke sana kemari, mereka harus terus maju untuk hidupnya…,.,.,

Bukan orang yang selalu bersedia mendengarkan setiap kata-kata kita
Kada katuhukan mun mandangar akan tarus.,.,.,pandiran urang tuha haja kada di dangar akan,.,.hoooeeee……(kalimat apa neh?????? Ming_ming bangetz.,., ^_^)

Bukan orang yang selalu mengatakan IYA pada kita
Karena jika mereka diajak è_é bareng, pasti mereka bilang TIDAK dengan tegas.,.,Ahahahahahaha

Sahabat itu,.,.,.
Bukan tonggak kita
Bukan pelindung kita
Bukan penghibur kita
Bukan penerang kita
Bukan selimut kita
Bukan payung kita
Bukan sapu tangan kita
Bukan petunjuk jalan bagi kita
Dan sahabat tidak harus selalu ada bersama kita,.,.,

Yg aku tahu.,.,.
SAHABAT dan KITA adalah
Tonggak, pelindung, penghibur, penerang, selimut, payung, sapu tangan, dan petunjuk jalan bagi PERSAHABATAN kita……
SAHABAT dan KITA akan selalu ada untuk PERSAHABATAN kita.
Hanya itu yg aku tahu,..,.,.

Apa semua itu salah??????????
Pasti ada benarnya,.,.karena aku tahu, sesuatu itu tidak mutlak salah atau benar,..,tergantung dari mana kita lihat, amati, resapi, telaah, dan kita rasakan.,.,.,
dan cara ku memandang ya dari sini.,.,
dari sudut yang tak terjamah oleh sapa pun,..
Hoaauuuuuwww,,,,,,,,,,keren juga kata2 aquu ini yaa,,
Indah kalimatnya se”Indah” orangnya.,.,.hahahahahahaha.,.

Ayuks.,.,.kita tengok sahabat-sahabat yang masih ada bersama kita sampai saat ini dan sahabat yang baru kita temukan
dan jangan lupa pula sahabat-sahabat yang dah lama kita tinggalkan,.,,.
Sahabat-sahabat yang pernah kita sakiti,.,.
Ungkapkan rasa sayang dan betapa bahagianya kita memiliki sahabat seperti mereka.,.,.
Hidup kita tak akan seperti ini jika tak ada mereka,.,.,.,.
Ingat!!!! If tomorrow never comes. How they know how much we love them?????????hmmm….

Kamu sangat berarti,.,
Istimewa di hati,.,
Slamanya rasa ini.,.,
Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing,.,
Ingatlah hari ini.,.,.,

Mari Belajar dari Sifat Air




Air merupakan sumber kehidupan, smga qt bs jd 'sumber khidupan' bg org lain,,

Bentuk air slalu mengikuti tempatny, smg qt slalu dpt menyesuaikan diri dmana pun qt brada,,

Air mengalir dr tmpat tinggi ke tmpt yg lbh rendah, saat qt brada dtmpat yg tinggi mari berbagi dgn sesama,,

Air menekan ke sgala arah, bpengaruh pd org lain, bknny memberikan tekanan, dan tntuny pengaruh yg baik,,

Air bsifat polar yg dpt melarutkan smua senyawa, smg qt bs menjadi org yg dpt mengajak, atau bsa dibilang org akn senang berbaur dgn qt,,

Mari menjadi air yg dpt memadamkan api (red: emosi),,

Mari menjadi air yg dpt melubangi batu yg keras skalipun (red: keras kpala),,

Mari menjadi air yg dpt mencairkan es batu yg dingin (red: tdk pduli),,

Mari menjadi air yg dpt menghilangkan dahaga, memberikan kbahagiaan,,

Mari menjadi air yg memberikan kesejukan pd siapa pun,,

Mari menjadi air yg dpt mengalirkan benda2, mengarahkan kmana benda it akn pergi, bkn yg diarahkan,,

Air tdk dpt dipatahkan ato dbelah, cair, tp lbh kokoh dr baja, tak bsa rapuh,,

Air ituu puny siklus, gak pnh mati, slalu ada meski wujudny brubah,,

Tp, hati-hati,,

Jk qt tdk dpt mengontrol diri, qt bsa menjadi air bah,, melenyapkan sgla yg ad dpermukaan bumi,,

Bhati-hatilah pd lingkungan, krn air jg mudah terkontaminasi, bkanny menjadi sumber kehidupan, tp akan merusak smua lingkungan di skitarny,,

Jd, sobat,,

Pilihan ad di tangan qt masing-masing,, mao jd air bersih ato air yg kotor,, smua ituu tserah pd Anda,,

Smoga bsa bermanfaat,, ^_^

Sabtu, 27 Juni 2009

Kaya sih.,.,.,,,,tapiiiiiiiii,.,.,

Ada sedikit oleh2 neh dr jalan2 ke Pelaihari kmaren.,.,.
Ad ap dSana??????????? Simak skilas info brikut ini,.,.....
Hap!!!! ptama kita jelajahi kawasan Pesisir Pantai Pegatan Besar

Kawasan ini terletak pada ordinat 3o47’54.26”S-3o49’03.16”S dan 114o36’20.33”E dan 114o36’14.22”E. Air laut di sepanjang pesisir pantai Pegatan Besar berwarna cokelat keruh, hal ini karena daerah tersebut merupakan muara dari sungai Barito, di mana di daerah hulu sungai tersebut banyak terdapat pabrik-pabrik dan pertambangan. Limbah-limbah serta lumpur dari daerah hulu terbawa ke laut dan terbawa ke tepi pantai. Di sepanjang pantai banyak ditemukan gumpalan lumpur yang terbawa oleh air laut yang selanjutnya menggumpal sehingga berbentuk seperti batu.

Pesisir pantai ini telah mengalami kerusakan akibat abrasi gelombang laut. Dari pengukuran pH dan kelembapan tanah yang dilakukan, diperoleh bahwa tanah daerah pesisir pantai memiliki pH asam yaitu, 6,8, 5,2, dan 5,6, sedangkan kelembapan tanah atau pasir sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki kelembapan atau kandungan air yang tinggi. Sedangkan pada pengukuran pH air di daerah rawa Pegatan Besar diperoleh data nilai pH dari air tanah sebesar 6, air dangkal sebesar 8, dan air dalam sebesar 9.

Di sepanjang pantai sangat jarang ditemukan tumbuhan bakau maupun api-api, sehingga abrasi yang disebabkan oleh gelombang laut sangat merusak daerah pesisir pantai. Menurut masyarakat setempat, pembudidayaan tumbuhan api-api telah dilakukan, namun karena gelombang yang cukup besar, tumbuhan api-api yang mereka tanam terbawa oleh gelombang. Tumbuhan api-api biasanya terdapat pada daerah rawa-rawa mangrove, tepi pantai yang berlumpur, atau di sepanjang tepian sungai pasang surut. Beberapa jenisnya, seperti A. marina, memperlihatkan toleransi yang tinggi terhadap kisaran salinitas dan mampu tumbuh di rawa air tawar hingga di substrat yang berkadar garam sangat tinggi. Akar nafas api-api yang padat, rapat dan banyak sangat efektif untuk menangkap dan menahan lumpur serta sampah yang terhanyut di perairan. Di daerah lumpur ini, biasanya menjadi habitat bagi fauna air seperti kepiting dan timpakul. Timpakul yang terdapat di pesisir pantai ini mamiliki jumlah yang sangat besar, namun masyarakat belum dapat memanfaatkannya. Dalam dunia kesehatan, timpakul dapat bermanfaat sebagai obat asma.

Sedangkan untuk tanaman bakau, sangat sulit tumbuh di daerah ini karena komposisi pesisir pantai dominan terdiri atas pasir. Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik, baik di teluk-teluk yang terlindung dari ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawa dari daerah hulu.

Usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi abrasi pantai ini antara lain pembudidayaan tumbuhan api-api yang dapat menahan gelombang laut, pembuatan siring untuk memecah gelombang yang datang sehingga gelombang yang datang ke pantai tidak terlalu besar. Selain itu, dapat pula dilakukan dengan pembudidayaan terumbu karang, serta mengurangi kegiatan di bagian hulu sungai untuk mengurangi sedimen-sedimen yang akan menyebabkan polusi air laut. Dalam pembudidayaan tumbuhan api-api, diperlukaan waktu yang cukup lama, sehingga untuk penanggulangan awal adalah pembuatan siring. Dari pembuatan siring ini, gelombang yang datang ke pesisir pantai tidak terlalu besar, sehingga dalam pembudidayaan tumbuhan api-api pun akan lebih mudah, di mana kendala berupa gelombang yang dapat membawa tumbuha api-api ini dapat diatasi. Namun, semua usaha tersebut memiliki banyak kendala. Kendala utama dari penanggulangan ini adalah dana yang sangat besar, baik untuk pembuatan siring maupun pengembangan tumbuhan api-api. Selain itu, kepedulian dan pemahaman masyarakat setempat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha penanggulangan tersebut, karena pemeliharaan daerah tersebut terutama dilakukan oleh masyarakat setempat.

Selain itu, pendidikan masyarakat yang cukup rendah, di mana di daerah ini hannya terdapat sekolah dasar dan taman kanak-kanak saja. Untuk mendapatkan tingkat pendidikan selanjutnya, masyarakat harus menempuh jarak yang cukup jauh. Mata pencaharian masyarakat daerah ini pada umumnya adalah sebagai nelayan dan petani. Masyarakat banyak menggunakan air sumur gali yang payau sebagai air mandi, cuci dan kakus. Masyarakat di daerah ini biasanya membeli air dari daerah yang lebih tinggi untuk air minum. Namun, ada juga masyarakat yang kurang mampu menggunakan air sumur mereka untuk minum. Dari penggunaan air sumur ini dapat memicu penyaki kulit. Kesulitan dalam memperoleh air bersih ini, dapat ditanggulangi dengan cara menjalin kerjasama antara penduduk setempat, pemerintahan dan PDAM dalam pembuatan tangki-tangki dan penyaluran air bersih di daerah ini. Semoga aja bisa terlaksana.,.,.,Amien,,.,.




Menurut masyarakat setempat, di daerah tersebut sangat jarang diadakaannya penyuluhan, baik mengenai abrasi pantai maupun kesehatan. Pada penyuluhan kesehatan yang pernah dilakukan, masyarakat mendapatkan obat gratis, seperti antibiotik, analgetik dan antipiretik. Walaupun menurut pengakuan seorang masyarakat bahwa beliau mengetahui bagaiman cara penggunaan obat-obat tersebut. Namun, belum tentu cara penggunaan obat-obat tersebut tepat, baik dosis, cara penggunaan, indikasi maupun pasien. Misalnya dalam penggunaan antibiotik, seandainya terjadi alergi terhadap antibiotik tersebut masyarakat belum tentu akan mengetahuinya. Oleh karena itu, perlu diadakannya suatu monitoring dalam penggunaan obat-obat tersebut sehingga diperoleh hasil yang lebih efektif. Tenaga kesehatan di daerah ini juga sangat kurang.

Selain itu, masyarakat setempat kurang mengoptimalkan penggunaan tanaman obat karena masyarakat lebih percaya pada pengobatan modern. Padahal dari observasi yang dilakukan cukup banyak tanaman obat di daerah tersebut. Tanaman obat tersebut antara lain temulawak, lempuyang, permot, nipon, kiambang, bandotan, jambu biji, pegagan, mengkudu, sukun, kelapa, api-api, karamunting dan lain-lain.

Tanaman yang banyak dimanfaatkan masyarakat daerah ini adalah temulawak, sebagai anti-inflamasi (anti-radang), anti-biotik, meningkatkan produksi dan sekresi empedu, segarkan badan. Sejak dulu tumbuhan ini digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung dan pegal-pegal, serta lempuyang yang berkhasiat sebagai analgetik dan stimulan. Biasanya masyarakat memanfaatkannya dengan merebus rimpang tanaman tersebut dan meminum air rebusan sebagai obat pegal-pegal.

Sedangkan tanaman yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat diantaranya permot yang bermanfaat sebagai obat antidiabetes, mengkudu sebagai antidiabetes dan asam urat, sukun sebagai antidiabetes, jambu biji sebagai antidiare, antiinflamasi; hemostatik; dan astringen, karamunting sebagai antidiabetes dan antidiare. Selain itu, terdapat tanaman api-api (A. Marina) sebagai antifertilitas, dan pegagan (Centella Asiatica L.), sebagai antipiretik, re-vitalisasi tubuh dan pembuluh darah, memperkuat struktur jaringan tubuh, radang hati disertai kuning, serta bersifat menyejukkan/mendinginkan, menambah tenaga dan menimbulkan selera makan. Sedangkan nipon berkhasiat sebagai analgetik dan kiambang yang berkhasiat sebagai analgetik, dan antipiretik.


Selanjutnya,.,.perjalanan diLanjutin ke,..........................................
Kawasan tangkapan air di Damit,.................Ohh Yee!!!!!!!!

Damit merupakan sebuah desa yang terletak di dataran tinggi di rangkaian pegunungan Meratus, Pelaihari, yang banyak ditumbuhi ilalang dan tumbuhan perdu. Daerah ini merupakan salah satu daerah tangkapan air yang sangat penting dalam penyediaan air bagi masyarakat sekitar, maupun irigasi persawahan. Bendungan tersebut terletak pada 3o54’28.38”S dan 114o53’47.78”E. Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, keadaan perairan di daerah ini semakin memburuk, di mana air di daerah bendungan ini air menjadi lebih keruh daripada keadaannya dulu. Selain itu, irigasi tersebut kurang terkelola dengan baik. Hal ini dapat terlihat dari sering rusaknya tanggul air tersebut. Selain itu, jika pasokan air meningkat, daerah tersebut bisa mengalami banjir dan sebaliknya, jika pasokan air menurun daerah sekitar akan kekeringan. Namun, dengan adanya irigasi ini, masyarakat sudah merasa sangat tertolong akan adanya penyediaan air untuk keperluan mereka dan irigasi persawahan. Di daerah ini masih sangat perlu dilakukan peninjauan ulang dan pengaturan irigasi yang lebih baik untuk kelangsungan hidup masyarakat dan kelestarian alam daerah tersebut.



Perkampungan penduduk berada kurang lebih 2 km dari kawasan bendungan. Menurut penduduk setempat, kesehatan masyarakat cukup baik karena tersedianya puskesmas dan pelayanannya yang baik. Selain itu, juga ada puskesmas keliling yang sering memantau kesehatan daerah ini. Penyakit yang sering diderita masyarakat pun hanya penyakit-penyakit ringan, seperti sakit kepala, dan pegal-pegal. Oleh karena itu, pengobatan yang diperlukan adalah obat-obat ringan seperti analgetik, selain itu beberapa penduduk setempat juga menggunakan tanaman obat yang sudah tersedia di pasaran sehingga siap unutk digunakan. Padahal sebenarnya, di daerah ini banyak tanaman obat yang belum dimanfaatkan, seperti karamunting yang bermanfaat sebagai antidiabetes dan antidiare, putri malu sebagai anti piretik, kangkung sebagai penambah darah, lengkinis (Lycopodium cernuum L) yang berkhasiat sebagai penyegar, peluruh seni dan peenurun tekanan darah. Selain itu, ada tumbuhan nipon yang dapat berkhasiat sebagai analgetik yang sangat diperlukan oleh masyarakat.